HUT PI 105, Ribuan Warga Penuhi Pulau Dua

Sausapor, TN – Pulau dua yang dipakai untuk perayaan HUT Pekabaran Injil ke 105 dipenuhi ribuan masyarakat Tambrauw untuk melaksanakan ibadah bersama, Sabtu(13/8). Acara itu sendiri tidak hanya dihadiri oleh umat kristiani, namun juga diramaikan oleh masyarakat yang beragama muslim. Pemerintah daerah kabupaten Tambrauw yang juga mendukung kegiatan tersebut bersama panitia lokal bahkan mempersiapkan ferry sebagai alat transportasi untuk menuju pulau dua dari Sausapor.

Pantauan media sejak pagi hari sekitar pukul 5:00 WIT warga sudah memenuhi pelabuhan Sausapor. Ferry dengan kapasitas ribuan orang milik PT. ASDP langsung dipenuhi oleh masyarakat yang hendak bertolak ke pulau dua. Bupati Gabriel Asem, Wakil Bupati Mesak Metusala Yekwam dan Sekda Engelbert Kocu juga ikut bersama masyarakat dal Ferry. Perjalanan menuju pulau bersejarah itu memakan waktu kurang lebih dua jam.

Hingga akhirnya tiba di pulau dua, sejumlah warga jemaat yang berasal dari 9 Gereja GKI di Tambrauw sudah ramai berkumpul. Mereka memang sejak malam sebelumnya sudah berdatangan dilokasi kegiatan dan mendirikan tenda-tenda untuk menginap. Pulau yang sudah terhias dipinggiran pantai tempat kapal berlabuh membuat suasana tampak meriah. Selanjutnya masyarakat yang baru sampai di lokasi kegiatan langsung ditawari

Dalam kesempatan itu Bupati Tambrauw, Gabriel Asem juga melaksanakan peresmian dan penandatanganan prasasti tugu pekabaran Injil. Proses peresmian tersebut bupati Gabriel Asem didampingi oleh ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Adrikus Mofu. Gabriel menyampaikan Tugu Pekabaran Injil adalah sebuah bukti sejarah penyebaran agama di kabupaten Tambrauw yang harus dikenang oleh masyarakat. “Tugu ini dibangun agar menjadi tanda kepada seluruh masyarakat Tambrauw maupun yang mengunjungi, agar selalu ingat tentang pekabaran Injil yang pernah terjadi dahulu kala,” ujar Gabriel sebelum menanda tangani prasti.

Dalam momen tersebut, peresmian tugu itu sendiri mendapat respon positif dari ketua sinode, yakni Adrikus Mofu. Ia menghimbau agar masyarakat dan pemda setempat dapat menjaga dan memperhatikan tempat sejarah tersebut. “Saya meminta agar pemda bisa fasilitasi beberapa orang untuk memperhatikan lokasi (Tugu Pekabaran Injil) ini. Walaupun kedepannya akan dijadikan sebagai objek wisata, saya harap tempat ini tetap bersih seperti halnya objek wisata rohani lainnya,” ujar Adrikus saat menyampaikan sambutannya.

Usai acara ibadah bersama dan peresmian, masyarakat langsung berbondong-bondong menuju pantai untuk berekreasi menikmati lembutnya pasir putih di Pulau Dua sambil menikmati hidangan ala sea food yang disediakan oleh panitia lokal. Tidak lama kemudian, ferry yang sama akhirnya mengantar kembali masyarakat untuk kembali ke Sausapor. (mdl)

Sumber Teropong News

Berita Pilihan Dari Penulis

Beri Tanggapan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.