Fasilitas Pendidikan dan Tenaga Pendidik

Kabupaten Tambrauw masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana fisik sekolah di samping juga menghadapi kendala dalam penyediaan tenaga pengajar dan ketidakmerataan tenaga pengajar pada beberapa distrik. Terbatasnya tenaga pengajar tidak hanya persoalan sedikitnya jumlah guru tetapi juga komitmen guru masih rendah dimana pola tersebut tidak hanya dihadapi Kabupaten Tambrauw tetapi secara umum juga terjadi di Provinsi Papua Barat. Banyak tenaga pengajar yang masih sering meninggalkan tugasnya karena tidak bersedia menetap di lokasi tugasnya serta sering pergi ke kota dalam waktu yang relatif cukup lama. Kondisi ini mengakibatkan ada sebagian guru yang menanggung beban tugas melebihi porsi yang sebenarnya seperti harus mengajar lebih dari satu kelas pada waktu yang bersamaan sehingga para siswa kurang mendapat perhatian dalam pembelajaran.

Pada tahun 2013, fasilitas pendidikan di Kabupaten Tambrauw meliputi berbagai jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA/SMK. Untuk fasilitas pendidikan usia dini dan dasar, jumlah TK di Kabupaten Tambrauw adalah sebanyak 6 unit, SD sebanyak 48 unit. Untuk fasilitas pendidikan menengah, jumlah SMP pada tahun 2013 adalah sebanyak 12 unit, sedangkan jumlah SMA/SMK pada tahun 2013 adalah 7. Selain fasilitas pendidikan yang sudah ada, ketersediaan tenaga pengajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan. Pada tahun 2013, jumlah tenaga pengajar pada pendidikan TK adalah sebanyak 19 guru dengan murid berjumlah 253 siswa, sedangkan jumlah tenaga pengajar SD adalah sebanyak 197 guru dengan murid berjumlah 2.640 siswa. Jumlah tenaga pengajar SMP adalah sebanyak 105 guru dan SMA sebanyak 69 guru dengan jumlah murid masing-masing sebanyak 963 dan 686 siswa.

Fasilitas pendidikan SD di Kabupaten Tambrauw tersebar di seluruh distrik, namun jumlahnya kurang merata di setiap distrik dimana masih ada distrik yang hanya memiliki 1 unit SD yaitu Distrik Syujak. Sedangkan distrik yang paling banyak memiliki SD adalah Distrik Sausapor dan Kebar yang masing-masing berjumlah 7 unit, disusul oleh Distrik Amberbaken dengan 6 unit SD. Pemerintah Kabupaten Tambrauw terus berusaha menambah fasilitas pendidikan dimana dengan semakin bertambahnya fasilitas SD, maka akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan semakin terbuka sehingga tingkat partisipasinya meningkat. Jarak dari rumah ke sekolah yang awalnya relatif jauh, kini dengan berdirinya gedung sekolah baru menjadi semakin dekat. Sementara itu, untuk fasilitas jenjang pendidikan SMP hanya terdapat di 9 distrik yaitu Distrik Fef (1 unit), Miyah (1 unit), Sausapor (2 unit), Yembun (2 unit), Kebar (2 unit), Senopi (1 unit), Amberbaken (1 unit), Mubrani (1 unit), dan Moraid (1 unit). Fasilitas untuk jenjang pendidikan SMA di Kabupaten Tambrauw hanya terdapat di 2 distrik yaitu Distrik Sausapor dan Yembun yang masing-masing berjumlah 1 unit.

Siswa Sekolah

Jumlah Sekolah, Guru, dan Murid Menurut Jenjang Pendidikan tahun 2013

  • Sekolah (unit)
  • Guru (orang)
  • Murid (orang)