Karakteristik Lokasi dan Wilayah

Letak Geografis, Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu daerah otonomi di Provinsi Papua Barat yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 56 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat, hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong. Pembentukan Kabupaten Tambrauw sebagai daerah otonom dimaksudkan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dalam rangka memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan untuk mempercepat proses pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat.Kabupaten Tambrauw terletak di bagian timur Provinsi Papua Barat dengan ibukota kabupaten berada di Distrik Fef. Secara geografis, Kabupaten Tambrauw terletak diantara 1º08’00” – 8º18’00” Lintang Selatan dan 131º56’00”- 133º05’00” Bujur Timur.

Peta Tambrauw
Peta wilayah kabupaten Tambrauw

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat, wilayah Kabupaten Tambrauw  pada awalnya hanya terdiri dari 6 distrik,  yaitu: Distrik Fef, Abun, Kwoor, Sausapor, Miyah, dan Yembun.Terkait dengan dikabulkannya tuntutan tokoh adat untuk menguji materi UU No.56/2008, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Pasal 3 ayat (1) UU No.56/2008 harus memasukan Distrik Amberbaken, Distrik Kebar, Distrik Senopi, Distrik Mubrani (berasal dari Kabupaten Manokwari) dan Distrik Moraid (berasal dari Kabupten Sorong) ke dalam wilayah Kabupaten Tambrauw.

Dengan berlakunya putusan tersebut, berarti Kabupaten Tambrauw memiliki pertambahan wilayah hingga pada saat ini menjadi 29 distrik, yaitu: Distrik Fef, Sausapor, Yembun, Syujak, Kwoor, Miyah, Abun, Moraid, Kebar, Ambarbaken, Senopi, Mubrani, Bikar, Barmus Bama, Ases, Miyah Selatan, Ireres, Tobouw, Wilhem Roumbouts, Kwesefo, Tinggouw, Mawabuan, Kebar Timur, Kebar Selatan, Manekar, Mpur, Ambarbaken Barat, Kasi, dan Selemkai.

Kondisi Topografi

Secara topografi dan morfologi, Kabupaten Tambrauw mencakup wilayah dengan ketinggian 0 – 2.500 meter diatas permukaan laut (dpl), dengan kemiringan antara 0 – 60 persen. Dataran rendah dan berawa dengan ketinggian 0 – 100 meter dpl terdapat dibagian barat dan selatan, daerah yang bergelombang hingga pegunungan dengan ketinggian 100 – 2.500 meter dpl terdapat dibagian utara dan timur.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tambrauw merupakan wilayah perbukitan dan pegunungan dengan total luas wilayah mencapai 10.826,35 km² yang terdiri atas wilayah perbukitan (100-1.000 mdpl) seluas 6.707,52 km² dan wilayah pegunungan (>1.000 mdpl) seluas 4.118,83 km². Sementara itu, luas wilayah dataran rendah di Kabupaten Tambrauw (0-100 mdpl) hanya seluas 703,33 km².

Ditinjau dari segi kelerengan, sebagian besar wilayah Kabupaten Tambrauw memiliki kelas lereng >60 peren. Kondisi tersebut merupakan kendala utama bagi pemanfaatan lahan baik untuk pengembangan sarana dan prasarana fisik, sistem transportasi darat maupun bagi pengembangan budidaya pertanian khususnya untuk tanaman pangan. Luas wilayah dengan kondisi kelerengan >60 persen (bergunung sangat curam) adalah seluas 8.455,75 km² (73,34 persen). Wilayah yang memiliki kondisi kelerengan 40-60 persen (bergunung curam) adalah seluas 1.611,97 km² (13,98 persen), sedangkan wilayah dengan kondisi datar seluas 967,15 km² (8,39 persen).

(sumber : Perubahan RPJPD Tambrauw 2016)