Kondisi Demografi

Penduduk merupakan modal dasar keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Besaran, komposisi, dan distribusi penduduk akan mempengaruhi struktur ruang dan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Seluruh aspek pembangunan memiliki korelasi dan interaksi dengan kondisi kependudukan yang ada, sehingga informasi tentang demografi memiliki posisi strategis dalam penentuan kebijakan. Penduduk dibagi atas kelompok–kelompok tertentu, atau dapat dikatakan atas komposisi penduduk tertentu. Susunan penduduk tersebut menggambarkan pengelompokan penduduk menurut karateristik yang sama seperti jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan mata pencaharian.

Jumlah penduduk Kabupaten Tambrauw pada tahun 2014 adalah sebanyak 13.497 jiwa. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tambrauw selama periode 2012-2014 adalah sebesar 0,84 persen per tahun. Selama periode tersebut, laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 1,34 persen, sedangkan pertumbuhan penduduk terendah terjadi pada tahun 2012 yang hanya sebesar 0,27 persen. Dengan luas wilayah sebesar 11.529,19 km2, maka kepadatan penduduk di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2014 adalah sebesar 1,17 jiwa per km2.

Laju Pertumbuhan Penduduk

  • Jumlah Penduduk
Sejarah

Masih rendahnya tingkat pertumbuhan penduduk dalam hal ini disebabkan oleh stabilnya tingkat kelahiran penduduk serta belum banyaknya migrasi penduduk yang biasanya didorong oleh perkembangan kegiatan perekonomian wilayah.Meskipun jumlah penduduk di Kabupaten Tambrauw masih sedikit, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi perlu ditekan. Kondisi Kabupaten Tambrauw dengan infrastruktur yang masih terbatas akan menyulitkan jika jumlah penduduk meningkat pesat dimana dikhawatirkan kebutuhan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penunjang kehidupan lainnya tidak mencukupi kebutuhan penduduk. Hal ini pada gilirannya akan mempersulit kehidupan masyarakat Kabupaten Tambrauw sendiri.Untuk itu, diperlukan pendidikan keluarga berencana kepada masyarakat Kabupaten Tambrauw dengan harapan menekan laju pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang rendah merupakan langkah jangka panjang untuk membentuk SDM yang berkualitas sehingga mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan penduduk yang masih sedikit dan bertambah tidak terlalu pesat, program peningkatan kualitas SDM dapat dilaksanakan secara lebih optimal.

Distrik yang memiliki jumlah penduduk tertinggi di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2014 adalah Distrik Sausapor yaitu sebanyak 2.764 jiwa (20,48 persen), diikuti Distrik Kebar sebanyak 2.031 jiwa (15,05 persen), Distrik Amberbaken sebanyak 1.887 jiwa (13,98 persen), Distrik Moraid sebanyak 1.796 jiwa (13,31 persen), dan Distrik Yembun sebanyak 1.000 jiwa (7,41 persen). Dari 29 distrik yang ada di Kabupaten Tambrauw, hanya 5 distrik tersebut yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1.000 jiwa. Hal tersebut menunjukkan bahwa persebaran penduduk di Kabupaten Tambrauw dapat dikatakan tidak merata karena sebagian besar (70,22 persen penduduk) cenderung terpusat di 5 wilayah tersebut. Sementara itu, tiga distrik yang memiliki jumlah penduduk terendah adalah Distrik Syujak yaitu sebanyak 214 jiwa (1,59 persen), Miyah sebanyak 364 jiwa (2,70 persen), dan Fef sebanyak 436 jiwa (3,23 persen).

Tingginya jumlah penduduk di Distrik Sausapor disebabkan Distrik Sausapor memiliki sarana transportasi yang memadai, infrastruktur yang cukup bagus, memiliki aktivitas yang cukup tinggi, keadaan sosial ekonomi yang lebih baik dibanding distrik yang lain, dan pusat pemerintahan yang untuk sementara diletakkan di Distrik Sausapor. Dengan penetapan ibukota kabupaten di Distrik Fef, hal tersebut dapat menjadi sebuah sarana untuk memeratakan persebaran penduduk di Kabupaten Tambrauw melalui adanya ketersediaan fasilitas yang mendukung aktivitas penduduk. Jika dilihat dari kepadatan penduduk, distrik yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi adalah Distrik Sausapor yaitu sebesar 4,36 jiwa per km2, disusul oleh Distrik Mubrani sebesar 3,16 jiwa per km2, dan Distrik Amberbaken sebesar 2,18 jiwa per km2. Sedangkan distrik yang memiliki kepadatan penduduk terendah adalah Distrik Senopi yaitu sebesar 0,30 jiwa per km2, Distrik Kwoor sebesar 0,67 jiwa per km2, dan Distrik Abun sebesar 0,74 jiwa per km2. Dengan kepadatan penduduk yang masih rendah, hal tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak wilayah di Kabupaten Tambrauw yang dapat dikembangkan untuk kegiatan yang mendukung aktivitas penduduk terutama berkaitan dengan aspek ekonomi.